<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fi Silmi Kaaffah &#187; Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://kaffah.wordpress.com/category/dunia-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaffah.wordpress.com</link>
	<description>membawa cinta dalam hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2009 06:34:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kaffah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8d945b4e3bcc52e1dccd2eb4245de7db?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fi Silmi Kaaffah &#187; Dunia Islam</title>
		<link>http://kaffah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kaffah.wordpress.com/osd.xml" title="Fi Silmi Kaaffah" />
		<item>
		<title>“Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel”</title>
		<link>http://kaffah.wordpress.com/2006/08/07/%e2%80%9cmenyikapi-kebrutalan-zionis-israel%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kaffah.wordpress.com/2006/08/07/%e2%80%9cmenyikapi-kebrutalan-zionis-israel%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2006 09:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://kaffah.wordpress.com/2006/08/07/%e2%80%9cmenyikapi-kebrutalan-zionis-israel%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Muslimin Indonesia harus menyusun langkah melawan hegemoni Yahudi. Syaratnya ukhuwah Islamyah tak hanya di lisan. Apalagi masih bangga kelompoknya sendiri. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-156
&#160;
Oleh:  Adian HusainiHari-hari ini, kaum Muslim seluruh dunia menyaksikan kebrutalan yang membabi buta kaum Zionis terhadap kaum Muslim di Palestina dan Lebanon. Setiap hari, jet-jet tempur beserta tank-tank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaffah.wordpress.com&blog=315400&post=16&subd=kaffah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left">Muslimin Indonesia harus menyusun langkah melawan hegemoni Yahudi. Syaratnya ukhuwah Islamyah tak hanya di lisan. Apalagi masih bangga kelompoknya sendiri. Baca<strong> Catatan Akhir Pekan Adian Husaini k</strong>e-156</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p>Oleh:  <strong>Adian Husaini</strong><strong>Hari-hari ini, kaum Muslim seluruh dunia menyaksikan kebrutalan yang membabi buta kaum Zionis terhadap kaum Muslim di Palestina dan Lebanon. Setiap hari, jet-jet tempur beserta tank-tank Israel membunuhi warga Muslim. Dunia mengutuk serangan Israel itu. Tetapi, semuanya tidak berdaya, tidak mampu mencegah kebrutalan Israel. Padahal, dari segi hukum internasional, aksi sepihak Israel yang menyerbu Lebanon jelas-jelas tidak dibenarkan.</strong></p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p align="left">Tetapi, kaum Zionis Israel tidak mempedulikan hal itu. Mereka merasa lebih kuat, dan menganggap remeh protes dunia Islam terhadap kebrutalan mereka. Pada akhir Juli 2006, Israel bahkan menyerang tempat pengungsian penduduk sipil di Desa Qana, sehingga membunuh lebih dari 60 warga Lebanon –37 diantaranya adalah anak-anak. Seketika itu kemudian dunia mengecam Israel. Tetapi, tetap saja, hal itu tidak mampu menghentikan kebiadaban kaum Zionis Israel.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Umat Islam dan dunia Islam, sejauh ini, hanya mampu melakukan protes, menangis, mengeluarkan resolusi dan kutukan demi kutukan. Tetapi, tidak ada yang digubris oleh Israel. Sepertinya, Israel sudah hafal langgamkaum Muslim. Jika dibantai atau dipecundani, kaum Muslim akan marah dan melakukan aksi demontrasi. Setelah itu, lama-lama lupa pada masalahnya, lalu diam. Megapa umat Islam begitu mudah untuk diperdaya dan dipecundangi ? Tidak adakah kemuliaan bagi kaum Muslimin? Padahal, dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin :</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">“<em>Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.</em>” (QS Ali Imran: 139).</p>
<p align="left">Jadi, umat Islam harusnya menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang terbaik yang menjadi saksi atas umat manusia lainnya. Tetapi, semua itu tidak akan terjadi, jika umat Islam meninggalkan syarat-syarat untuk dapat menjadi umat yang mulia.</p>
<p align="left">&#8220;<em>Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kamu) menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah.</em>&#8221; (QS Ali Imran:110). Jika kaum Muslim meninggalkan syarat untuk menjadi mulia, maka mereka akan menjadi umat yang hina.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Kondisi umat Islam yang tidak berdaya menghadapi kebiadaban kaum Zionis Israel seperti mencerminkan apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw:</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><em>“Hampir tiba suatu zaman dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?” Rasulullah SAW menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”</em> (HR Abu Daud)</p>
<p>Tanpa perlu melakukan riset yang rumit, dengan mudah dapat dilihat, bahwa kondisi umat Islam saat ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan Rasulullah saw tersebut. Di berbagai belahan dunia, umat menghadapi ujian dan cobaan yang berat. Umat Islam diperlakukan dengan sangat hina. Tidak disegani dan ditindas dimana-mana. Di Palestina, Moro, Xin Jiang, India, Kashmir, Thailand Selatan, dan di berbagai belahan dunia lainnya, umat Islam menghadapi penindasan dalam berbagai bidang kehidupan. Umat Islam, yang jumlahnya sekarang sekitar 1,3 milyar jiwa, bernasib seperti buih, kehilangan kepercayaan diri, diombang-ambingkan situasi dan kondisi. Untuk menyelesaikan masalah Palestina saja masih belum mampu. Bandingkan dengan kaum Yahudi yang jumlahnya hanya sekitar 15 juta jiwa, yang berani menolak puluhan resolusi PBB, dan tidak gentar sedikit pun menghadapi protes dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Sebagai Muslim kita tidak boleh berdiam diri terhadap perkembangan di Palestina dan Lebanon saat ini. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bangun pagi dan tidak peduli dengan masalah umat Islam, maka dia tidak termasuk bagian dari umat Islam.”</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Secara umum, ada dua tanggung jawab muslim terhadap dunia Islam, yaitu (1) tanggung jawab risalah, dan (2) tanggung jawab ukhuwah. Tanggung jawab risalah wajib dilaksanakan oleh umat muslim berdasarkan perintah Allah SWT yang terdapat dalam sejumlah ayat Al Quran:</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><em>&#8220;Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran. Merekalah orang-orang yang beruntung.</em>&#8221; (QS Ali Imran:104).</p>
<p>Ayat-ayat Al Quran tersebut memberikan penjelasan yang tegas tentang kewajiban umat Islam untuk melaksanakan dakwah, dalam arti melanjutkan risalah Rasulullah saw.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><em>Ad-Dinul </em>Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad saw., kepada seluruh manusia (QS 34:28). Islam diturunkan bukan hanya untuk umat Islam semata. Islam diturunkan untuk menyelamatkan umat manusia, untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam (QS 21:107). Penegasan agar ajaran Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam juga tampak dari seruan Rasulullah saw dalam Khutbatul Wada’, dimana Rasul saw senantiasa menggunakan seruan “Ya ayyuhan naas…”. Ketika itu beliau berpesan, agar orang-orang yang hadir di Arafah, menyampaikan pesan-pesan kepada yang tidak hadir.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Karena mengemban misi yang sangat mulia &#8212; yaitu untuk menyebarkan rahmat kepada seluruh alam, yang dapat juga diartikan sebagai tugas untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran &#8212; maka umat Islam diberi julukan dengan berbagai predikat yang agung, seperti “khairu ummah”, “ummatan wasatha”, dan sebagainya.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Pada sisi lain, sebutan-sebutan indah itu juga mengindikasikan adanya perintah Allah SWT, agar umat Islam menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang kuat, dan umat yang agung; bukan umat yang hina dan lemah. Hal itu dapat dilihat, misalnya, pada perintah Allah SWT, agar umat Islam menghimpun segala macam kekuatan, agar mereka menjadi umat yang kuat.</p>
<p align="left">Seperti firman Allah SWT:</p>
<p>“<em>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu), kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengatahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan<br />
dianiaya.” </em> (QS al-Anfal:60).</p>
<p>Mudah dipahami, dengan kondisi sebagai “umat yang mulia”, “umat yang kuat”, dan sebagainya, maka umat Islam akan dapat menjalankan fungsi dakwah dan amanah risalah kepada seluruh manusia, dengan lancar. Jika kondisi umat Islam sebaliknya, yakni umat yang lemah dan hina, maka umat Islam bukanlah menjadi “subjek”, tetapi akan menjadi “objek”. Bukan menjadi da’i, tetapi malah menjadi “mad’u”, bukan menjadi “penentu arah” perjalanan dunia, tetapi malah menjadi “yang diarahkan”.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Tanggung jawab yang kedua, yakni tanggung jawab ukhuwah, juga jelas-jelas merupakan perintah Allah SWT.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">&#8220;<em>Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya</em>. (QS 9:71).</p>
<p>Umat muslim diibaratkan oleh Rasulullah SAW sebagai satu tubuh (kal jasadil wahid) atau satu bangunan yang saling menguatkan (kal bunyan yasyuddu ba’dhuhum ba’dha). Dalam hadits lain, Rasulullah SAW jugamengibaratkan kaum Muslimin seperti penumpang yang bersama-sama berlayar ke tengah lautan. Di dalam kapal itu, ada satu penumpang yang bermaksud melobangi kapalnya untuk mengambil air. Jika seluruh penumpang membiarkan orang itu melobangi perahunya, maka binasalah dia dan juga seluruh penumpang.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Hanya di antara orang-orang beriman dapat menjalin ukhuwah Islamiyah, sebab ukhuwan Islamiyah adalahmanivestasi dari iman. Ukhuwah Islamiyah membutuhkan pengorbanan, lebih mementingkan kepentingan saudaranya sesama mukmin, ketimbang kepentingan dirinya. Ditegaskan Rasulullah SAW: <em>“Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibba liakhihi maa yuhibbu linafsihi</em>.” (Tidak/belum sempurna iman salah seorang kamu, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang dicintai oleh dirinya sendiri.).</p>
<p align="left">Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan tertinggi antar sesama muslim. Nilai persaudaraan ini lebih tinggi daripada persaudaraan yang dibangun di atas landasan kesukuan, kebangsaan, atau hubungan darah sekali pun.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Allah SWT berfirman:</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><em>&#8220;Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan dan Hari Akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu orang tua sendiri, anak, saudara kandung atau keluarga. Mereka itulah yang Allah telah tuliskan keimanan di hatinya dan menguatkannya dengan pertolongan dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap (limpahan rahmat) Allah. Mereka itulah &#8220;hizbullah&#8221;. Ketahuilah, bahwa sesunggguhnya &#8220;hizbullah&#8221; itulah yang pasti menang.</em>&#8221; (QS Al Mujadalah:22).</p>
<p>Ironinya, justru sekarang, persaudaraan muslim itu sudah ditinggalkan oleh umat Muslim, yang kiniterkoyak-koyak dan terpecah belah dalam berbagai paham nasionalisme sempit, bahkan terkadang sudah bersikap fanatis buta terhadap kelompoknya sendiri. Dalam situasi dimana saudara-saudara kita kaum Muslim Palestina dan Lebanon menjadi mangsa keganasan dan kebiadaban Yahudi Israel saat ini seyogyanya kaum Muslimin kini mampu menyatukan hati dan pikiran untuk melakukan gerakan perlawanan yang efektif dan serius.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Kaum Muslim di Indonesia, sudah harus mulai berpikir serius dalam merumuskan srategi perjuangan melawan Yahudi. Sebelum melakukan perlawanan, umat Islam harus tahu persis, di mana posisi-posisi Yahudi di Indonesia. Perusahaan mana saja yang dibiayai Yahudi. iapa saja pendukung-pendukungnya di Indonesia. Bagaimana cara mereka menguasai umat Islam. Semua itu harus dipelajari dan dikaji dengan serius oleh umat Islam, agar tidak salah dalam melangkah dan menyusun program perjuangan; agar tidak sporadis dalam melawan kekuatan Yahudi yang sudah menggurita di berbagai sektor kehidupan: informasi, studi dan pemikiran Islam, keuangan, sampai barang-barang konsumsi rumah tangga.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Perjuangan melawan hegemoni Yahudi dan para kroninya adalah perjuangan yang panjang dan membutuhkan keseriusan, ilmu dan kesabaran. Maka, sudah saatnya umat Islam berusaha keras pembangun posisi kemandiriannya, terutama dalam pemikiran, budaya, dan ekonomi. Sangatlah sulit dibayangkan, bagaimana kaum Muslim mau melawan Yahudi, sedangkan untuk air minum saja, umat Islam masih merasa nyaman mereguk air kemasan produk Yahudi.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Dan sangatlah mustahil untuk mengalahkan Yahudi dan kroninya, jika untuk pemikiran Islam saja, kampus-kampus berlabel Islam bangga menjiplak pemikiran Yahudi, dan bahkan sejumlah kampus sudah memasukkan metode penafsiran Bibel Yahudi untuk menafsirkan Al-Quran sebagai mata kuliah wajib di jurusan Tafsir-Hadits. Wallahu a’lam. (Depok, 4 Agustus 2006/<em>hidayatullah.com</em>).</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama  antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kaffah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kaffah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaffah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaffah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaffah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaffah.wordpress.com&blog=315400&post=16&subd=kaffah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaffah.wordpress.com/2006/08/07/%e2%80%9cmenyikapi-kebrutalan-zionis-israel%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d235ca4f42be97502b45dc66382ae6e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kaaffah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qana Dibom, 37 Anak Tewas</title>
		<link>http://kaffah.wordpress.com/2006/07/31/qana-dibom-37-anak-tewas/</link>
		<comments>http://kaffah.wordpress.com/2006/07/31/qana-dibom-37-anak-tewas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2006 10:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaffah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://kaffah.wordpress.com/2006/07/31/qana-dibom-37-anak-tewas/</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Indonesia dan Dunia Kutuk Kekejaman Israel
www.Kompas.com
Qana, Minggu &#8211; Serangan Israel makin membabi buta. Sedikitnya 54 penduduk sipil—37 di antaranya anak-anak—terbunuh ketika serangan udara bertubi-tubi dilakukan pesawat-pesawat tempur ke permukiman penduduk di Qana, Lebanon selatan, hari Minggu (30/7). 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah berbagai negara, termasuk Pemerintah Indonesia, mengutuk agresi militer Israel yang keji itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaffah.wordpress.com&blog=315400&post=13&subd=kaffah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><font color="Blue" size="3">Pemerintah Indonesia dan Dunia Kutuk Kekejaman Israel</font></font></p>
<p>www.Kompas.com</p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Qana, Minggu &#8211; Serangan Israel makin membabi buta. Sedikitnya 54 penduduk sipil—37 di antaranya anak-anak—terbunuh ketika serangan udara bertubi-tubi dilakukan pesawat-pesawat tempur ke permukiman penduduk di Qana, Lebanon selatan, hari Minggu (30/7). </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah berbagai negara, termasuk Pemerintah Indonesia, mengutuk agresi militer Israel yang keji itu, yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.</font><span id="more-13"></span></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pengeboman yang dilakukan Israel begitu masif dan intens sehingga tak ada kesempatan sedikit pun bagi warga sipil di daerah itu untuk menyelamatkan diri dari gempuran rudal-rudal pesawat Israel. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Menurut para saksi mata, gempuran yang terjadi saat dini hari itu begitu dahsyatnya, di mana bangunan apartemen rata dengan tanah. Para warga yang masih tertidur lelap tidak mampu lagi menyelamatkan diri dan terkubur di antara reruntuhan bangunan. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pengeboman hanya sempat &#8220;jeda&#8221; selama 10 menit sebelum kemudian Qana dibombardir lagi oleh jet-jet tempur Israel. Warga yang selamat dengan histeris menggali reruntuhan dengan tangan kosong untuk mencari anggota keluarga mereka. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">&#8220;Saya lebih dulu menarik keluar anak laki-laki dan suami saya, Sheikh Mohamad, yang terluka. Namun, ketika saya berlari kembali untuk menolong anak perempuan saya, sudah terlambat. Gedung itu keburu runtuh,&#8221; kata Rahba yang meratapi kematian anaknya. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Para saksi mata mengatakan, ada 63 orang yang sedang berlindung di sebuah shelter bawah tanah ketika serangan datang. Sebagian dari mereka berasal dari kota-kota di sekitar Qana untuk menyelamatkan diri dari pengeboman. Namun malang, tempat perlindungan itu justru dihajar rudal Israel. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Petugas menemukan mayat seorang ibu yang berlumuran darah sedang memeluk anak-anaknya yang masih memakai piama. Semuanya tewas. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sebuah beton besar diangkat dari mayat seorang bocah laki yang berselimutkan debu, di dekatnya seorang bocah terbaring kaku dengan wajah penuh darah dan sulit dikenali. Petugas lainnya berlari mengangkat tubuh gadis cilik yang sudah tak bernyawa. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">&#8220;Semoga Tuhan melimpahkan kasihnya pada anak-anak yang tak berdosa ini. Mereka datang ke sini untuk berlindung,&#8221; kata seorang petugas penyelamat dengan bercucuran air mata. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Militer Israel mengklaim bahwa mereka telah mengingatkan warga Qana untuk meninggalkan wilayah itu dan mengatakan bahwa Hezbollah bertanggung jawab atas insiden itu. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">&#8220;Hezbollah menggunakan Desa Qana sebagai tempat peluncuran roket ke arah Israel. Oleh karena itu, wilayah ini otomatis merupakan zona perang,&#8221; kata juru bicara militer Israel Jacob Dalal kepada AFP. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Qana adalah lokasi yang dibombardir Israel pada 18 April 1996 yang menewaskan 105 orang yang sedang menyelamatkan diri di tempat perlindungan. Serangan dengan kata sandi &#8220;Grapes of Wrath&#8221; itu juga bertujuan menghancurkan Hezbollah. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dengan serangan ke Qana ini, maka sedikitnya 750 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dan lebih dari 2.000 orang terluka di Libanon sejak Israel melancarkan serangan udara, laut dan daratnya pada 12 Juli. Menteri Kesehatan Mohammad Khalifah mengatakan, &#8220;Jumlah itu belum yang terakhir karena ada korban lain di bawah reruntuhan di Qana dan tempat lain. Tim pertolongan tak dapat beroperasi kemana saja karena pemboman membabibuta berlanjut,&#8221; kata Khalifah. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Indonesia mengutuk</b>  </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pemerintah Indonesia mengutuk tindak kriminal yang dilakukan Israel yang diluar batas perikemanusiaan dalam serangan udara yang menyebabkan terbunuhnya 54 penduduk sipil di Qana, Lebanon Selatan, Minggu kemarin (30/7). </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Demikian pernyataan pers tertulis Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri di Jakarta, Minggu malam (30/7). </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">&#8220;Agresi militer Israel, yang dilakukan secara membabi buta, merupakan pelanggaran berat hukum internasional, termasuk hukum perang yang melarang mentargetkan penduduk sipil atau non-combatants sebagai sasaran serangan,&#8221; ujar Menlu dalam siaran persnya. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pemerintah Indonesia, sekali lagi mendesak Dewan Keamanan PBB, yang mempunyai mandat dan tanggung jawab untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, untuk segera menghentikan tindakan militer Israel. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">PBB juga diminta segeramenetapkan gencatan senjata tanpa prakondisi apa pun, serta membuka akses bagi bantuan kemanusiaan, termasuk obat dan makanan untuk warga Lebanon yang sangat memerlukan bantuan. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sementara itu PBB sendiri, kemarin juga mengutuk serangan tersebut. &#8220;Saya mengecam keras pembunuhan yang terjadi hari ini akibat pengeboman Israel yang menewaskan puluhan warga sipil Lebanon, termasuk anak-anak,&#8221; kata Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Raja Jordania Abdullah II mengecam serangan ke Qana yang disebutnya sebagai &#8220;kejahatan yang kejam&#8221; dan mendesak gencatan senjata secepatnya. &#8220;Agresi kriminal oleh angkatan bersenjata Israel merupakan pelanggaran berat terhadap seluruh statuta internasional,&#8221; kata Abdullah. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kecaman senada juga datang dari Presiden Perancis Jacques Chirac. &#8220;Perancis mengutuk aksi yang tak bertanggung jawab ini, yang menunjukkan betapa perlunya sebuah gencatan senjata segera. Tanpa gencatan senjata, tragedi semacam ini akan terus berulang,&#8221; kata Chirac. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sementara itu, Javier Solana, Ketua Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menegaskan tak ada yang bisa menjustifikasi pengeboman Israel ke Qana. (AFP/REUTERS/MYR/NUG)</font></p>
<p><img src="http://kaffah.files.wordpress.com/2006/07/826684-07103631072006b4.jpg" alt="826684-07103631072006b4.jpg" /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kaffah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kaffah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaffah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaffah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaffah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaffah.wordpress.com&blog=315400&post=13&subd=kaffah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaffah.wordpress.com/2006/07/31/qana-dibom-37-anak-tewas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d235ca4f42be97502b45dc66382ae6e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kaaffah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaffah.files.wordpress.com/2006/07/826684-07103631072006b4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">826684-07103631072006b4.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>