Posted by: kaffah on: 31 Juli 2006
Pemerintah Indonesia dan Dunia Kutuk Kekejaman Israel
www.Kompas.com
Qana, Minggu – Serangan Israel makin membabi buta. Sedikitnya 54 penduduk sipil—37 di antaranya anak-anak—terbunuh ketika serangan udara bertubi-tubi dilakukan pesawat-pesawat tempur ke permukiman penduduk di Qana, Lebanon selatan, hari Minggu (30/7).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah berbagai negara, termasuk Pemerintah Indonesia, mengutuk agresi militer Israel yang keji itu, yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Pengeboman yang dilakukan Israel begitu masif dan intens sehingga tak ada kesempatan sedikit pun bagi warga sipil di daerah itu untuk menyelamatkan diri dari gempuran rudal-rudal pesawat Israel.
Menurut para saksi mata, gempuran yang terjadi saat dini hari itu begitu dahsyatnya, di mana bangunan apartemen rata dengan tanah. Para warga yang masih tertidur lelap tidak mampu lagi menyelamatkan diri dan terkubur di antara reruntuhan bangunan.
Pengeboman hanya sempat “jeda” selama 10 menit sebelum kemudian Qana dibombardir lagi oleh jet-jet tempur Israel. Warga yang selamat dengan histeris menggali reruntuhan dengan tangan kosong untuk mencari anggota keluarga mereka.
“Saya lebih dulu menarik keluar anak laki-laki dan suami saya, Sheikh Mohamad, yang terluka. Namun, ketika saya berlari kembali untuk menolong anak perempuan saya, sudah terlambat. Gedung itu keburu runtuh,” kata Rahba yang meratapi kematian anaknya.
Para saksi mata mengatakan, ada 63 orang yang sedang berlindung di sebuah shelter bawah tanah ketika serangan datang. Sebagian dari mereka berasal dari kota-kota di sekitar Qana untuk menyelamatkan diri dari pengeboman. Namun malang, tempat perlindungan itu justru dihajar rudal Israel.
Petugas menemukan mayat seorang ibu yang berlumuran darah sedang memeluk anak-anaknya yang masih memakai piama. Semuanya tewas.
Sebuah beton besar diangkat dari mayat seorang bocah laki yang berselimutkan debu, di dekatnya seorang bocah terbaring kaku dengan wajah penuh darah dan sulit dikenali. Petugas lainnya berlari mengangkat tubuh gadis cilik yang sudah tak bernyawa.
“Semoga Tuhan melimpahkan kasihnya pada anak-anak yang tak berdosa ini. Mereka datang ke sini untuk berlindung,” kata seorang petugas penyelamat dengan bercucuran air mata.
Militer Israel mengklaim bahwa mereka telah mengingatkan warga Qana untuk meninggalkan wilayah itu dan mengatakan bahwa Hezbollah bertanggung jawab atas insiden itu.
“Hezbollah menggunakan Desa Qana sebagai tempat peluncuran roket ke arah Israel. Oleh karena itu, wilayah ini otomatis merupakan zona perang,” kata juru bicara militer Israel Jacob Dalal kepada AFP.
Qana adalah lokasi yang dibombardir Israel pada 18 April 1996 yang menewaskan 105 orang yang sedang menyelamatkan diri di tempat perlindungan. Serangan dengan kata sandi “Grapes of Wrath” itu juga bertujuan menghancurkan Hezbollah.
Dengan serangan ke Qana ini, maka sedikitnya 750 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dan lebih dari 2.000 orang terluka di Libanon sejak Israel melancarkan serangan udara, laut dan daratnya pada 12 Juli. Menteri Kesehatan Mohammad Khalifah mengatakan, “Jumlah itu belum yang terakhir karena ada korban lain di bawah reruntuhan di Qana dan tempat lain. Tim pertolongan tak dapat beroperasi kemana saja karena pemboman membabibuta berlanjut,” kata Khalifah.
Indonesia mengutuk
Pemerintah Indonesia mengutuk tindak kriminal yang dilakukan Israel yang diluar batas perikemanusiaan dalam serangan udara yang menyebabkan terbunuhnya 54 penduduk sipil di Qana, Lebanon Selatan, Minggu kemarin (30/7).
Demikian pernyataan pers tertulis Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri di Jakarta, Minggu malam (30/7).
“Agresi militer Israel, yang dilakukan secara membabi buta, merupakan pelanggaran berat hukum internasional, termasuk hukum perang yang melarang mentargetkan penduduk sipil atau non-combatants sebagai sasaran serangan,” ujar Menlu dalam siaran persnya.
Pemerintah Indonesia, sekali lagi mendesak Dewan Keamanan PBB, yang mempunyai mandat dan tanggung jawab untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, untuk segera menghentikan tindakan militer Israel.
PBB juga diminta segeramenetapkan gencatan senjata tanpa prakondisi apa pun, serta membuka akses bagi bantuan kemanusiaan, termasuk obat dan makanan untuk warga Lebanon yang sangat memerlukan bantuan.
Sementara itu PBB sendiri, kemarin juga mengutuk serangan tersebut. “Saya mengecam keras pembunuhan yang terjadi hari ini akibat pengeboman Israel yang menewaskan puluhan warga sipil Lebanon, termasuk anak-anak,” kata Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.
Raja Jordania Abdullah II mengecam serangan ke Qana yang disebutnya sebagai “kejahatan yang kejam” dan mendesak gencatan senjata secepatnya. “Agresi kriminal oleh angkatan bersenjata Israel merupakan pelanggaran berat terhadap seluruh statuta internasional,” kata Abdullah.
Kecaman senada juga datang dari Presiden Perancis Jacques Chirac. “Perancis mengutuk aksi yang tak bertanggung jawab ini, yang menunjukkan betapa perlunya sebuah gencatan senjata segera. Tanpa gencatan senjata, tragedi semacam ini akan terus berulang,” kata Chirac.
Sementara itu, Javier Solana, Ketua Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menegaskan tak ada yang bisa menjustifikasi pengeboman Israel ke Qana. (AFP/REUTERS/MYR/NUG)

knp negara kita harus ikut-ikutan masalah negara orang,
negarah kita sendiri masih susah gini,
uda deh urusin dulu ni negara kita yang masih miskin ini,
klaparan dimana-mana,pengangguran,kejahatan,
beresin dulu donk baru uru negarah orang,
payahhhhhhhhhhhhhhhhh
inilah tanda2 kiamat sudah dekat
1. bnyak bencana mlanda dunia
2. kmatian umat islam didahulukan dari pada non islam
3. datangnya pembhong besar yg mngaku drinya Tuhan (Dajjal)
4. diutusnya Nabi Isa as utk membnuh Al Masih Dajjal
5. munculnya Ya’jud Ma’jud
6. dll
smua kjadian itu sdah dilukiskan dalam Al-Qur’an
“sesunggunya bangsa Nasroni (Israel) akan trus memusuhi umat Islam”
semoga korban di Palestina mendapatkan tempat yg layak di Akhirat yaitu sorga. Amien……….
17 November 2008 pada 08:59
Israel,,Go to hell!!!