Fi Silmi Kaaffah

membawa cinta dalam hati

Tontonan Bukan Tuntunan

Sangat mengecewakan dan menjijikan… alias muna’…
katannya merupakan ikon remaja islam (baca Zaskia Mecca Ikon Remaja Muslim) tapi nyatanya … berkhalwat dan juga melakukan perbuatan sia-sia dan cenderung haram (merokok)…
tapi itulah tontotan… dengan memakai kemasan muslimah, plus modal wajah yang cantik, serta berlaku seolah2 sholehah..
tapi ingat hanya TONTONAN
semoga Allah membalas dengan balasan yang setimpal untuk orang-orang fasik & munafik..
dan semoga Allah memberikan perlindungan kepada kita atas cobaan dan fitnah dunia, serta memberikan petunjuk agar tidak tertipu oleh kemasan, kebohongan dan kepura-puraan.

Zaskia-Hanung ( Foto: Ist )

JAKARTA - Gosip kedekatan artis Zaskia Mecca dengan sutradara Hanung Bramantyo, belum mereda. Meski keduanya telah membantah, namun isu seputar hubungan istimewa di antara mereka kian santer saja. Terbukti dengan beredarnya, foto-foto Saskia dan Hanung di internet.

Ada tiga foto yang memperlihatkan kedekatan bintang Ayat-Ayat Cinta ini dengan sutradaranya. Pada foto pertama, Hanung dan Zaskia foto bersama seorang teman. Dalam foto itu Zaskia dan Hanung menggunakan baju warna coklat. Zaskia pun terlihat sedang memegang rokok.

Dalam foto kedua, Zaskia menggunakan baju warna ungu. Mereka terlihat sedang asyik berbicara. Sepertinya gambar ini diambil di sebuah lokasi syuting. Dalam foto ini pun, keduanya terlihat sangat dekat. Sama seperti gambar yang satu, Zaskia pun sedang memegang rokok.

Dalam salah satu foto, Zaskia dan Hanung tampak sedang duduk santai bersama Baim Wong.

Dari foto-foto itu, terlihat hubungan keduanya bukanlah kedekatan biasa. Padahal, dalam suatu wawancara, artis berjilbab itu pernah membantah memiliki hubungan khusus dengan sutradara muda yang tengah naik daun tersebut.

“Aku sama dia nggak pernah punya hubungan istimewa. Kita cuma rekan kerja aja,” kilah Zaskia di kantor MD Entertainment, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

(fin)

Sumber http://celebrity.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/26/33/122328/hanung-zaskia-mecca-berfoto-sambil-merokok

26 Juni 2008 Ditulis oleh kaffah | Informasi | , , , , , , , , , , , , , | Tidak ada Komentar

Untuk Ustad Rahmat Abdullah

ini trailer film SANG MURABBI, perjalanan seorang anak manusia yang subhanallah …. nasihat2 dalam tulisan, buku, serta rekaman2 … memberikan nuansa lain .. disaat materialisme menjadi ukuran…

ustad Rahmat… ana rindu ..

Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina

(Ust. Rahmat Abdullah)

26 Juni 2008 Ditulis oleh kaffah | 1 | , , , , , , , | Tidak ada Komentar

opini menjelang KENAIKAN HARGA BBM


Written by junis   

Tuesday, 06 May 2008

 
 

Kondisi geopolitik yaitu memanasnya kawasan timur tengah serta “gonjang-ganjing” di Amerika Sekikat memberikan tekanan kenaikan harga minyak dunia. Resesi dunia yang dipicu oleh carut marutnya ekonomi Amerika Serikat sebagai akibat kasus SubPrime Mortgage, “memaksa dunia harus ikut merasakan resesi. Belum lagi masalah keterbatasan bahan pangan yang semakin langka dan juga krisis kepercayaan atas dominasi ekonomi barat.

 

Bagi ekonomi Indonesia yang masih memposisikan sektor pertambangan minyak dan gas bumi sebagai sektor yang cukup penting di dalam menopang perekonomian nasional, kenaikan harga minyak dunia mempunyai dua sisi dampak berbeda. Di satu sisi menguntungkan karena meningkatnya penerimaan dari minyak. Namun di sisi lain menimbulkan masalah karena meningkatnya subsidi bagi pemerintah dan meningkatnya biaya produksi bagi dunia usaha, karena bahan bakar minyak (BBM) untuk industri tidak lagi disubsidi pemerintah. Beberapa analis & ekonom telah menghitung berapa gap antara penerimaan dan pengeluaran tambahan akibat meningkatnya harga minyak mentah dunia. Hasil akhir dari perhitungan itu adalah mendudukan besar pengeluaran daripada penerimaan.

Read more…

6 Mei 2008 Ditulis oleh kaffah | Tak Berkategori | | Tidak ada Komentar

Dari Negara Gagal Ke Republik Gagal

Resume dari makalah Dari Negara Gagal Ke Republik Gagal (Robertus Robert)

Pengantar

Pada masa lalu, banyak peneliti, analis, dan ilmuwan belum pernah terpikir Negara akan mengalami kegagalan, dimana pada saat itu Negara didefinisikan sebagai entitas yang tetap dan solid. Wacana Negara Gagal menjadi booming, setelah Perdana Menteri Tony Blair (UK) mendirikan CRI (Country at Risk of Instability). CRI melihat adanya kemungkinan kegagalan sebuah Negara yang dilihat dari meningkatnya gejala-gejala seperti :

  1. rontoknya institusi ekonomi, sosial & politik
  2. hilangnya kendali territorial
  3. kekacauan sipil
  4. perpindahan populasi yang massif
  5. kekerasan dalam konflik internal diberbagai Negara (contoh seperti Somalia, Republik Demokrasi Congo, Sudan, Republik Afrika Tengah, Liberia, Sierra Leone dan Cote d’Ivoire)

     

Akibat dari Negara gagal yaitu

  1. humanitarian suffering
  2. instabilitas regional
  3. ancaman transnasional

Implikasi Negara gagal berpengaruh pada 2 hal yaitu

  1. Keamanan Negara yang dikemukakan oleh Hobbesisan.
  2. Perdamaian abadi dan keamanan masyarakat internasional serta proyek modernitas mengenai tatanan politik yang dikemukakan oleh Kantian.

Ciri umum dan Sebab-sebab

Pendapat terkait Negara gagal banyak dipengaruhi oleh argumen humanitarian dan keamanan internasional. Adapun argumen serta pendapat para ahli terkait dengan konsepsi negara gagal terdiri dari :

  1. Hilary Benn (Sekretaris Negara bidang Pembangunan Internasional, Kabinet Blair)

    Negara –negara yang lemah akan menghadirkan tantangan terhadap sistem pemerintahan global. Negara-negara gagal hanya akan menyediakan lahan pembiakan bagi kejahatan internasional, penampungan terorisme, dan mengancam pelaksanaan Millennium Development Goal, penyebaran HIV / AIDS, pengungsi serta pelarian kekayaan.

  2. Sedangkan the Fund for Peace telah merumuskan Failed State Index, yang merupakan ukuran atau pembakuan kategori yang menggambarkan sebuah negara dikategorikan sebagai negara gagal maupun negara sehat. Adapun indikator dari Failed State Index meliputi :
    1. Tekanan Demografis
    2. Perpindahan penduduk dan pengungsian
    3. Kelompok-kelompok kekerasan
    4. Kekacauan dan perpindahan orang
    5. Kriminalisasi dan deligitimasasi Negara
    6. Merosotnya pelayanan public
    7. Penundaan atau penerapan hukum yang sewenang-wenang
    8. Intrusi aparat keamanan ke dalam masyarakat
    9. Merebaknya faksinalisasi elit
    10. Ketidakmerataan ekonomi
    11. Kemerosotan ekonomi yang tajam
    12. Intervensi Negara dan actor internasional

       

Lebih jauh lagi, Negara gagal juga ditentukan oleh bagaimana efektifitas dari 4 institusi inti Negara yaitu

  1. Kepemimpinan
  2. Militer
  3. Kepolisian
  4. Yudisial

     

Sedangkan menurut Miliken & Krause, ukuran dalam 12 indek diatas secara umum bersesuaian dengan 3 indikator yaitu keamanan, keterwakilan dan kesejahteraan.

 

  1. Martin Doornbos menjelaskan bahwa negara gagal dipicu oleh dua faktor yaitu:
    1. Konflik yang menyangkut kewilayahan yang kompleks
    2. Penurunan serta erosi dari fungsi-fungsi negara

       

    Negara gagal lebih dipengaruhi karena negara tidak dapat mengakomodasi berbagai konflik kepentingan. Untuk itu, Martin Doornbos menganjurkan untuk menaruh perhatian pada keterkaitan dan ketidakcocokan antara negara dan masyarakat di negara-negara dimana konflik merebak. Argumen penting dari Doornbos adalah bahwa negara gagal tidak dengan serta merta berarti di dalam masyarakat dan teritori itu, tatanan absen sama sekali, dan negara sama sekali tidak berjalan (disfungsional).

     

    Dalam kenyataannya seringkali ditemukan poros-poros beragam struktur pemerintahan lokal dan otoritas tradisional yang tidak bergantung secara ekslusif pada struktur negara. Jaringan-jaringan tersebut dapat menyediakan rujukan dan tatanan terhadap komunitas-komunitas dibawahnya. Akibatnya negara & masyarakat bergerak ke arah / trajectory yang berbeda dan berseberangan, yang pada akhirnya malah memperdalam kerenggangan antara unit-unit konstitutif negara itu sendiri, yang pada akhirnya menghantarkan negara tersebut ke dalam jurang keruntuhan.

     

  2. Christopher Clapham melihat persoalan arahan / trajectory formasi negara-negara paska kolonial yang menurutnya turut memberikan karakter statehood dalam dunia yang terglobalisasikan. Dengan kata lain struktur kolonialisme telah menghadirkan kondisi dimana negara-negara yang muncul pasca perang dunia kedua, sangat rentan dengan konflik. Artinya bahwa negara gagal tidak dapat dianggap sebagai given dalam sistem hubungan internasional.

     

  3. Abdel-Fatau Musah dan Neil Cooper melakukan survey terhadap negara-negara di Afrika, keduanya mendapatkan kesimpulan yang sedikit berbeda dengan penulis-penulis sebelumnya, yaitu negara sebagai sumber dari kekerasan. Dimana dengan kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap warga negaranya, maka akan menyebabkan negara tersebut lumpuh dan akhirnya menjadi negara gagal.

 

Bias Imported Government

Morton melancarkan kritik bahwasanya secara historis negara gagal disebabkan oleh konsepsi yang dibangun oleh negara kuat terhadap negara lain. Konsepsi itu secara sengaja dibangun dengan tujuan untuk memperkuat hegemoninya terhadap negara-negara lemah. Morton, melacak ide negara gagal yaitu disampaikan pertama kali oleh perdana menteri Inggris pada jaman Lord Salisbury. Konsep tersebut disampaikan dalam pidato kontroversial yang dikenal dengan doktrin Salisbury.

Indikasi dari Morton diatas semakin terbukti, dimana ada bias orientalis dalam konsep negara gagal, yaitu ketika Francis Fukuyama membentuk suatu definisi tentang negara gagal secara serampangan. Indikator serampangan, tidak berdasarkan teoritis atau empiric dalam suatu kaidah pemahaman akademis melainkan berbasis pada kepentingan strategis semata, meliputi

  1. Fukuyama mengatakan bahwa negara gagal adalah semua negara yang melawan kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara maju.
  2. Fukuyama menyampaikan pula bahwa fungsi substatif negara dipaksakan justru untuk diabdikan pada kepentingan strategis dan dominion. Hal ini menjadikan negara mejadi instrumentasi dominion.

Jadi indikasi morton tersebut diatas dan ditambah pendapat fukuyama melahirkan pendapat dari Christoper J. Coyne, yang intinya dibelakang konsepsi negara gagal bekerja sebuah mekanisme dan kepentingan serta intervensi negara-negara asing. Pandangan mengenai negara gagal hanya dianggap sebagai usaha untuk membangun suatu mekanisme stigma internasional yang memudahkan “imported government”.

 

Apakah Indonesia Mengarah ke Negara Gagal?

Jika yang digunakan untuk menentukan Negara Gagal adalah indikator Failed State Index serta mengabaikan pendapat Fukuyama, maka Indonesia tidak termasuk dalam golongan negara gagal. Indek memandang Indonesia secara positif karena faktor keberhasilan penyelesaian konflik Aceh secara damai dan keberhasilan pemilu langsung. Kesemua hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara stabil, jauh diatas negara-negar Afrika dan sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Analisa FSI menyimpulkan dari 12 indikator terdapat 3 indikator utama yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. indikator “Human Flight” yaitu menyangkut ketidak betahan kalangan muda terdidik untuk terus menetap di Indonesia, Indonesia mendapatkan nilai 8.3 berarti relatif tinggi.
  2. pengungsi dan perpindahan orang, mendapatkan nilai 8.2.
  3. Indikator “Uneven Development”, Indonesia mendapatkan nilai 8.0

Dari hail keseluruhan analisis kuantitatif dari FSI didapat kesimpulan Indonesia berada ditengah-tengah antara 2 ekstrim terburuk dan terbaik.

Namun terdapat kritik atas analisis kuantitatif FSI,

  1. Analisis kuantitatif hanya mendekati dari gejala permukaan saja yaitu hal-hal yang dapat dinilai secara observasional. Akibatnya analisis tersebut tidak mampu menjangkau persoalan-persoalan dalam yang seringkali justru lebih berpengaruh dalam menentukan masa depan keberadaan suatu negara bangsa.
  2. Pembuatan suatu negara tidak hanya berpatokan pada kerangka institusional semata, tetapi juga harus melihat sudut pandang yang menekankan pada solidaritas yaitu indikator ideologi dan budaya.
  3. Pendekatan kuantitatif tidak mampu menjelaskan “geist” yang mendasari seluruh persoalan.

Jadi, kondisi Indonesia saat tidak dapat dijelaskan secara institusional, kuantitatif dan fragmetaris. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kondisi dimana pembangunan & kemajuan institusional yang semakin pesat, namun tidak mampu mengurangi timbulnya rasa keterasingan, rasa tidak betah dan ketegangan yang ada.

 

Virtue dan Eksistensi Negara

Penulis menegaskan bahwa negara dalam bahasan ini berarti Negara sebagai suatu kerangka kehidupan bersama untuk mencapai tujuan-tujuan umm menyangkut keadilan dan kebaikan warganya. Sehingga keprihatinan terhadap negara gagal tidak semestinya didasarkan pada implikasi instrumentaslnya bagi keamanan internasional, melainkan bagi prospek martabat dan kemaslahatan manusia di dalamnya.

Bagaimana negara itu ada?, berikut beberapa pendapat tentang konsep negara

  1. Plato

    Negara ada jika ada keadilan, keadilan ada jika ada orang yang adil, maka negar yang stabil hanya mungkin apabila setiap komponen dalam stratifikasi (filsuf, tentara, rakyat jelata) berada dalam posisi.

     

  2. Ariestoteles

    Arstoteles menyampaikan konsep Zoon Politikon, yaitu manusia secara alamiah adalah makhluk politik. Manusia dilahirkan dengan mengemban tugas untuk merealisasikan tujuan-tujuan hidupnya di dalam polis/negara. Sehingga negara hanya mungkin ada jika ada partisipasi dan kesadaran dari warga untuk merealisasikan tujuan-tujuan bersama.

     

  3. Machiavelli

    Machiavelli memberikan definisi bahwa negara yang kuat hanya mungkin di capai jika virtue tertanam secara mendasar di dalam diri setiap warga. Virtue inilah yang mendasari pengetahuan, ketrampilan dan kebijaksanaan setiap pemimpin serta warganya sekaligus.

Virtue didefinisikan sebagai

  1. sifat atau karakter untuk mendahulukan kepentingan umum, bersikap patriotik.
  2. kemampuan untuk menancapkan kepastian dan keputusan di dalam politik dan kepemimpinan.

Virtue pada dasarnya bukanlah sesuatu yang abstrak tetapi sesuatu yang bersifat potensial dan hanya tampil di dalam praktek. Virtue muncul dalam keputusan dan tindakan yang diukur dengan sejauhmana implikasi dari tindakan itu mengarah kepada kepentingan bersama dan common good. Contoh dari virtue adalah sebagai berikut:

  1. berpartisipasi dalam politik
  2. menolak korupsi
  3. keputusan yang kuat untuk mempertahankan keadilan, perdamaian dalam kehidupan bersama

 

  1. Hobbes

    Pendasaran negara yang lebih bersifat instrumental dikemukakan oleh Hobbes, dimana Hobbes memandang negara sebagai fungis Koersi. Maksudnya adalah negara ada sebagai hasil dari kesadaran untuk mengatasi konflik dan kekerasans yang mendasar dan bersifat alamiah dalam setiap orang. Dari pendekatan ini muncul perlunya hukum untuk mengatur tatanan dalam masyarakat.

    Kesimpulan dari pendapat para ahli diatas adalah negara mungkin apabila ia berdiri sebagai suatu republik yang sehat, dan tumbuh diatas dasar pemahaman antropologis bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan tujuan-tujuan bersama di dalam politik.

    Dalam prakteknya, Indonesia sebagai sebuah republik yang telah mengalami beberapa pemilu demokratis, perbaikan ekonomi dengan pendekatan baru terus diupayakan namun keretakan dalam kehidupan bersama terus menganga. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bukan karena institusi, resep pembangunan dan programnya yang bermasalah, tetapi lebih karena merosotnya virtue.

Penutup

Indonesia jelas tidak dapat disebut sebagai negara gagal, jika melihat indikator-indikator yang ada. Namun dalam kenyataannya terdapat beberapa kejadian seperti meningkatnya kasus bunuh diri, kekerasan dalm rumah tangga, kebencian & kekerasan etnis, diskriminasi, organisasi kekerasan yang dipelihara. Kenyataan tersebut tidak menyebabkan negara gagal sekaligus, melainkan akan menyebabkan negara menghadapi bahaya dimasa depan.

30 April 2008 Ditulis oleh kaffah | Tak Berkategori | | Tidak ada Komentar

Purdi E. ChandraPengusaha dengan “Seribu Ide”

4 April 2008 Ditulis oleh kaffah | Informasi | | Tidak ada Komentar

IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI INDONESIA


 

 


Written by junis   

Tuesday, 04 March 2008

“Sebuah Kebijakan Setengah Hati”[1]

Latar Belakang

Bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuasailah teknologi maka kau akan menguasai dunia“, demikianlah ungkapan yang berkembang di masyarakat teknologi. Dan ungkapan itu tidak sekedar ungkapan. Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia adalah merupakan salah satu institusi pemerintah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan hal tersebut melalui salah satu programnya yakni e-government . apa sih e-government itu? Dan apa manfaatnya? Bagaimana implementansi e-government di Indonesia? Makalah ini mencoba membahas hal tersebut secara mendalam.

Kemajuan teknologi informasi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat. Tentunya dalam dunia yang sudah mengglobal ini, kemajuan teknologi diperlukan dan dimanfaatkan dalam segala bidang. Salah satu bidang yang terkena sentuhan teknologi informasi adalah pelayanan pemerintah kepada publik. Artinya dalam era teknologi informasi ini, informasi telah dihubungkan oleh dengan sebuah gerbang / “gateway” yang terintegrasi.

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Selain itu pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (e-government) akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.    

Last Updated ( Tuesday, 04 March 2008 )

Read more…

18 Maret 2008 Ditulis oleh kaffah | Informasi | | Tidak ada Komentar

Otonomi Daerah & Persatuan Bangsa

 


Written by junis   

Tuesday, 04 March 2008

Otonomi Daerah & Persatuan Bangsa

Pemateri: Prof. Dr. Eko Prasojo (Dosen FISIP UI)

Pendahuluan

Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami permasalahan yang komplek dan mendasar dalam kontek kenegaraan. Permasalahan bangsa ini dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu:

a.      Political Corruption

Partai politik di Indonesia sebagian besar tidak mempunyai merit system, yang ditandai dengan adanya ideologi serta sistem kaderisasi yang jelas. Dengan tidak adanya ideologi dan sistem kaderisasi menyebabkan fungsi partai politik tidak dapat berjalan dengan sempurna. Dan ditambah lagi aturan yang ada saat ini menyebabkan kemungkinan parpol bertumbuh seperti cendawan dimusim hujan. Saat ini aturannya hanya ET (Electoral Threshold) yang ternyata tidak berjalan secara efektif. Buruknya kinerja parpol dewasa ini, yang diindikasi buruknya kinerja anggota dewan, memaksa kita untuk memikirkan suatu mekanisme yang mampu membatasi jumlah parpol secara alami dan meningkatkan keseriusan individu-individu penggerak parpol dalam aktivitasnya. Aturan yang sedang dikaji adalah Parliamentary Threshold, yaitu parpol yang tidak dapat memperoleh minimal sejumlah kursi diparlemen maka kursi parpol tersebut akan hangus.

 
 

b.      Yudicial Corruption

Permasalahan kedua bangsa ini adalah korupsi di lembaga peradilan. Yudicial system di Indonesia saat ini terlalu banyak celah yang bisa dimainkan, sehingga yudicial system sebagai benteng terakhir dari suatu sistem berbangsa tidak dapat berfungsi maksimal. Dampaknya adalah ketidakpercayaan rakyat kepada hukum, yang akhirnya kemandulan hukum terjadi.

 
 

c.       Bureaucrats Corruption

Birokrat adalah satu komponen sistem bangsa yang mempunyai kerusakan. Birokrasi di Indonesia mengaku bertipe desentralisasi tapi dalam kenyataannya sentralisasi terpusat, dimana perbandingan belanja pusat dan daerah +/- 60:40.

 
 

Dalam perjalanannya, sistem pemerintahan sentralisasi jaman orba mampu melakukan pembangunan dengan bantuan, pinjaman ataupun investasi asing. Karena kebocoran bantuan / pinjaman tersebut, menyebabkan pembangunan Indonesia lebih mahal dan tidak efisien. Dampaknya adalah hasil pembangunan tidak seperti yang diharapkan, rakyat masih tetap dalam kemiskinan.

            Setelah reformasi bergulir, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit, terkait dengan tuntutan dari daerah, yang harus disikapi dengan bijak. Tuntutan-tuntutan tersebut akhirnya disikapi dengan mengeluarkan kebijakan Otonomi Daerah, yang tertuang dalam Undang-Undang.

  

Read more…

18 Maret 2008 Ditulis oleh kaffah | Informasi | | Tidak ada Komentar

Test Posting from Word 2007

Ini adalah posting pertama menggunakan word 2007

 

 

18 Maret 2008 Ditulis oleh kaffah | Informasi | | Tidak ada Komentar

Mabuk Statistik Web

Mabuk Statistik Web
Statistik lebih sering digunakan sebagai alat bantu, mirip seperti orang mabuk menggunakan lampu jalanan untuk bersandar agar ia tak jatuh terkapar. Padahal fungsi statistik yang sesungguhnya adalah untuk memberikan pencerahan. Seperti kata Mark Twain: “People commonly use statistics like a drunk use a lamp post — for support rather than illuminations”. Nah, sayangnya, sejauh yang saya perhatikan, banyak pemilik situs web yang membaca statistik ala orang mabuk seperti disindir penulis novel top Petualangan Huckleberry Finn dan Petualangan Tom Tawyer itu.

Coba perhatikan laporan statistik di banyak situs web. Angka-angka seperti inilah yang ditampilkan atau dibicarakan: berapa jumlah pengunjungnya, seberapa sering kunjungannya, berapa banyak halaman web yang dibaca (impression), dan sejenisnya.

Kita sering lupa, bahwa statistik web dipasang, dibaca dan dianalisa untuk memahami perilaku pengunjung alias user alias manusia. Manusia? Ya. Sekali lagi: manusia. Oleh karena itu, ketika membaca statistik web, usahakan menganalisa statistik kunjungan manusia, bukan kunjungan mesin. Bagi yang kurang familiar mengenai hal ini, saya beri pengantar singkat.

Sesungguhnya, yang berkunjung ke situs kita ada dua jenis. Yakni.

  • Manusia: Orang yang memang masuk ke situs web kita, baik dengan mengetik sendiri alamatnya, atau mendapat link dari pihak lain (teman, hasil pencarian di Google, atau iklan).
  • Robot: aplikasi web yang berkunjung dengan sengaja untuk mengekstrak data. Robot ini biasanya disingkat sebagai Bots.

Ada beberapa jenis robot yang dikenal saat ini. Antara lain:

  • Bots Baik. Kenapa disebut baik? Karena mengikuti protokol yang disediakan oleh web statistik, sehingga dikenali dan dicacat sebagai pengunjung bukan manusia.
  • Bots Jahat. Yang satu ini tak memperkenalkan diri sebagai bots, bisa menyamar sebagai manusia, sehingga oleh statistik dicatat sebagai pengunjung manusia. Hal ini sering terjadi pada situs web blog. Banyak bots jahat yang datang hanya dalam tempo sekian detik untuk mengisi komentar di blog, yang biasanya berisi promosi dan spam.
  • Fraudent clicks. Mahluk satu ini merupakan mesin yang mampu mengklik sebuah banner tanpa henti. Biasanya yang jadi korban adalah pemilik banner yang memasang banner di sebuah situs web dan membayar berdasarkan jumlah klik (PPC, pay per click).

Nah, sebelum jauh-jauh membaca jumlah pengunjung, impresi dan sejenisnya, pastikan dulu yang dianalisa adalah kunjungan manusia. Bagaimana caranya? Banyak. Namun cara yang paling tepat, menurut John Marshall, CEO ClickTracks, adalah buang angka yang berkunjung ke situs kita kurang dari 10 detik. Ini untuk mengeliminasi Bots jahat yang biasanya memang berkunjung dalam tempo sesingkat itu.

Metode itu memang ada kelemahannya. Bagaimana pun juga akan ada pengunjung manusia ke situs kita yang dalam tempo 10 detik memutuskan keluar karena tak ada satu pun yang menarik perhatian dia untuk berlama-lama di sana. Namun, dengan menfokuskan diri pada kunjungan di atas 10 detik, itu berarti kita menganalisa pengunjung berkualitas.

…..Masih bersambung….

http://www.virtual.co.id/blog/index.php?p=129

26 Desember 2006 Ditulis oleh kaffah | Tak Berkategori | | Tidak ada Komentar

Selamat Idul Fitri 1427 H

Assalamu’alaikum wr wb

“Sesunguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah SWT agar kamu mendapat rahmat”
Qs. Al Hujurat - 49:10

Dalam kesempatan yang bahagia ini….
Ijinkan kami meminta maaf atas segala kesalahan serta kekhilafan
yang sengaja maupun tidak sengaja

yang lahir maupun yang bathin

yang langsung maupun tidak langsung
dan
ijinkan kami mengucapkan

TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM

KULLU AAM WA ANTUM BI KHOIR

Selamat Idul Fitri 1427 H

Mohon Maaf Lahir Bathin

lebaran-10.gif


20 Oktober 2006 Ditulis oleh kaffah | Cerita hati | | Tidak ada Komentar